Wasiat Nasehat Sayyidina Imam Ali bin Abi Thalib

“Kebaikan bukanlah memiliki harta
melimpah dan anak banyak. Akan
tetapi, kebaikan adalah jika amalmu
banyak, ilmumu luas dan engkau
tidak menyombongkan diri kepada
orang lain dengan ibadahmu kepada
Allah swt. Jika berbuat baik, engkau
segera bersyukur kepada Allah swt
dan jika berbuat buruk segera
memohon ampun kepada-Nya.
Di dunia ini tidak ada kebaikan, kecuali bagi orang
berikut :
1. seorang yang banyak berbuat dosa kemudian bertobat
dan memperbaiki
segala kesalahannya.
2. seorang yang senantiasa bergegas untuk melakukan
berbagai amal
kebajikan”Ketahuilah! Sesungguhnya kalian akan mati dan
setelah itu
dibangkitkan. Kalian akan dimintai pertanggung jawaban
atas semua amal
kalian, serta mendapatkan balasan yang setimpal. Karena
itu jangan
tertipu kehidupan dunia. Kehidupan dunia ini penuh ujian,
bersifat
sementara dan sarat dengan tipu daya. Semua yang
berada di dalamnya
akan musnah. Para penghuninya pun saling berebut untuk
memperolehnya.Ketahuilah! Kalian beserta segala
perhiasan kehidupan
dunia akan mengalami hal yang sama dengan mereka
yang terdahulu,
orang-orang yang lebih panjang umurnya dan lebih megah
rumahnya.
Sekarang jasad mereka telah menjadi tulang belulang,
rumah mereka
kosong. Mereka berada di kubur yang letaknya dekat dan
penghuninya
terasingkan. Mereka digerogoti oleh cacing, tertimbun oleh
bebatuan dan
pasir.Bayangkan kalian kelak akan menjadi seperti mereka,
tubuh kalian
hancur dan sendiri di kubur. Apa yang akan terjadi dengan
kalian jika
kiamat tiba, semua yang dikubur dibangkitkan dan segala
rahasia yang
tersembunyi dalam dada dibongkar, pada saat itulah setiap
jiwa akan
memperoleh balasan sesuai dengan perbuatannya selama
hidup di dunia.
“”Hapalkanlah lima hal ini, andaikata kalian menunggang
onta untuk
mendapatkannya, maka hingga onta itu kurus, kalian tidak
akan
memperolehnya :
1. Seorang Hamba hendaknya tidak berharap kecuali
kepada Allah swt
Tuhannya.
2. Seorang hamba hendaknya hanya takut akan dosa-
dosanya.
3. Seorang yang bodoh hendaknya tidak merasa malu
untuk bertanya.
4. Seorang yang berilmu ketika ditanya tentang sebuah
persoalan dan
tidak mengetahui jawabannya, hendaknya tidak malu untuk
mengatakan,
“Allah swt yang Maha Mengetahui.”
5. Bagi Iman, sabar ibarat kepala sebuah tubuh, sehingga
tidak
( sempurna ) iman seseorang yang tidak memiliki
kesabaran.

About these ads
By serban biru Posted in Nasihat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s